potret bincang-bincang anak-anak Ukm Mandarin dengan Mas Haris alumni Nurul jadid yang kini ada di Cina (07/04/2024)
Kami menerima kabar baik dari negeri tirai bambu. Mas Haris, alumni Nurul Jadid yang kini ada di Cina menghubungi kami. Ia ingin berbicara dengan kami melalui zoom meet. Bayak hal yang ia bicarakan dengan kami.
"saya harap Ukm Mandarin ini bisa menjadi wadah untuk temen-temen mahasiswa di Nurul Jadid yang ingin belajar ke Cina" ucapnya. Ia memperjelas bahwa beayasiswa ke Cina bukan hanya untuk mahasiswa bahkan siswapun juga bisa.
kagetnya, beayasiswa ke Cina ternyata banyak, bukan hanya kuliah, bahkan pertukaran pelajarpun ada. "temen-teman juga bisa belajar 1 tahun atau 6 bulan di Cina" timbalnya
Mas Haris juga sangat menyarankan bagi temen-temen Ukm Mandarin yang ingin melanjutkan S2 ke cina untuk bersiap-siap. Pasalnya, S2 di Cina sangat dibuatuhkan dan jauh lebih mudah dari pada S1. Tak hanya itu, Mas Haris juga ingin mengadakan kelas Mandarin dengan teman-teman Ukm Mandarin yang insyaallah akan dilaksanakan setahun dua kali.
Antusias dari temen-temen Ukm Mandarin sangat besar, rata-rata teman-teman Ukm Mandarin ingin ke Cina. Mas Haris kami tunggu Bulan 7 di Nurul Jadidi
Penulis:Muhammad A'lal Hikam (张赵慧)Mahasiswa Semester 3 Universitas Nurul Jadid, Prodi: MPI
Inilah video pendek yang diambil oleh Haikal salah satu anggota Ukm Mandarin. Dalam video tersebut memperlihatkan kegiatan Ukm mandarin Universitas Nurul Jadid kala menonton rekam jejak Dr. Novi Besuki, salah satu Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid yang kini mejadi penghubung kerjasama Indonesia dengan Tiongkok.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengokohkan niat belajar anggota Ukm Mandarin” ujar Gao LaoShi selaku pengajar di Ukm mandarin. Melihat perkembangan pesat negara Tirai Bambu tentu semua sorot mata dunia tidak bisa berkedip memamandangnya.
Pasalnya, negara yang merdeka pada tahun 1949 merupakan negara miskin sampai 1978. Namun, setelah peristiwa gai ge kai fang (reformasi dan keterbukaan) hanya dengan waktu 40 Tahun mampu membuat Amerika sebagai negara adikuasa didunia ketar-ketir. Hal ini menjadi salah satu alasan Huang Xiao Ming (nama cina Dr. Novi Besuki) berani menyatakan “kalau saya boleh meminjam istilah Islam, Wajib hukumnya belajar Bahasa Mandarin.”
Selanjutnya, Dr. Novi di akhir video mengabarkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa, pada 2019 ia telah berhasil mendidrikan jurusan Bahasa Indonesia disalah satu kampus di Tiongkok yang sampai saat ini menjamur ke berbagai kota-kota besar Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou dan di tempat-tempat lainnya.
Ini merupakan informasi penting bagi kita masyarakat Indonesia, Khususnya pribumi pelajar Bahasa Mandarin. Gao Laoshi di akhir kelas berpesan “kalian ini merupakan cikal bakal penerus Dr. Novi Besuki, maka dari itu ambillah hikmah dari video itu dan terus semangat.”
Penulis: Muhammad A'lal Hikam (张赵慧)
Kala saya terbangun dari tidur, tepatnya pukul 03:48 sudah terdapat 3 notifikasi pesan via Whatsaap menunggu untuk dibuka. Singkat cerita, usai shalat subuh sayapun membuka pesan tersebut. Tak disangka isinya ialah pesan dari Tanah Suci Mekkah.
Imam Bulqayni, lahir di Bawean merupakan salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mandarin yang saat ini melaksanakan ibadah Umroh. Ia masih menyempatkan diri untuk memberikan do’a pada UKM Mandarin.
To Mandarin Club, sukses terus, semangat terus, solid terus, Mekkah Menunggumu, From Baitullah. Do'a yang InsyaAllah terkabulkan, mengingat Mekkah merupakan salah satu tempat Istijabah (dikabulkannya segala do'a). Semoga Imam dan juga rombongan dijadikan Umroh mabruroh, sehat selalu, selamat sampai rumah masing-masing dan bergabung kembali dengan kami di UKM Mandarin. Amin......